Sabtu, 16 Juli 2011
** Ku Mohon Ampunan-Mu Yaa Allah ***
Dalam temaram cahaya lilin aku bersimpuh
satukan segala panca indera ke dalam satu titik
titik yang menjadi pusat dari kendali tubuhku
titik dalam diri yang disebut sebagai qolbu
dan kutongkatkan lidahku
sebagai simbol penyerahan mulutku dalam kendali Nya
dan kulemaskan segala sendi2 tubuhku
sebagai simbol penyerahan diriku dalam kendali Nya
kematian membayang dalam fikirku
walau sebenarnya tanpa mati tak akan kukenal Dia
tapi kenapa ketakutan selalu menyertai perjalananku
dan ternyata itulah rasa awal menapak jalan ruhani
lalu kudesahkan Astaghfirullah dalam qolbuku
memohon ampun dihadapan ruhani suci pembimbingku
ampun dari segala dosa dari ujung kepala hingga ke ujung kaki
dari dosa yang kusadar dan tak kusadar
tak terasa bergetar seluruh sel-sel dalam tubuhku
bergetar harmonis dalam sekujur tubuh dan darahku
hingga tercapailah ketentraman fikir dan jiwa
dan hilanglah segala kesadaran akan diri
binasa diri dalam pelukan cinta Illahi
binasa segala rasa yang kurasakan dalam diri
hilang diri hilang akalku hilang kesadaran jasmaniku
maka terbitlah kesadaran spiritualku
perjumpaan dengan para kekasih Allah
berkumpul dalam harmony jiwa dalam cinta dan damai
bersatu dalam untaian persaudaraan dalam kasih Allah
itulah makna penyatuan dalam alam rabbani
alam keabadian di mana tiada lagi batasan antar manusia
tiada lagi dinding pemisah jiwa para pencari keabadian
tiada lagi bendera-bendera agama ataupun suku bangsa
yang ada hanyalah kedamaian dan kedamaian
dalam diam kurasakan segala rasaku akan hadir Mu
tiada kata-kata lagi yang terucap melalui bibirku
tiada lagi bahasa dan tulisan yang sanggup merangkum rasa
karena semua telah aku serahkan pada pemilik jiwa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar